Narasi Wawancara Ratna Riantiarno


Pada Sabtu, 22 January 2011, Kami berkunjung ke Kediaman Ratna Riantiarno di Bintaro di sana kami disambut baik. Bahkan kami di sajikan makanan kecil. Beliau adalah salah satu pendiri teater Koma, menurutnya beliau mendirikan Teater Koma saat seni teater sedang sepi karena film lagi mendunia tahun 70an. Beliau memberi nama Teater Koma agar teater tersebut tidak pernah titik yaitu berhenti. Waktu kecil beliau punya cita-cita menjadi arsitek tapi sewaktu SMP beliau ingin menjadi pemain basket. Beliau bercerita pemain teater Koma yang paling aktif adalah Didi Petet, sedangkan drama yang paling sukses adalah sampek entay.

Penghargaan yang pernah didapat adalah penghargaan kelompok teater setiap tahun yang konsisten pada jalurnya dan permah mendapat MURI sebagai pemain paling banyak.
Beliau bercerita hambatan yang biasanya ada dalam menampilkan suatu teater adalah setiap pemain mempunyai kesibukan masing-masing , biaya, cari sponsor dan menjual tiket sulit dan biasanya membutuhkan 2-3 bulan untuk mempersiapkan menampilkan suatu teater. Teater Koma biasanya menampilkan teaternya di TIM (Taman Ismail Marzuki), GKJ (Gedung Kesenian Jakarta) dan Teater Tanah Air TMII

Beliau bercerita teater koma belom pernah menampilkan diluar negeri karena susah bahasanya, pernah hampir ke jepang tetapi ada pelarangan, tetapi pernah sutradara membuat naskah lalu diterjemahin dan dimainkan oleh orang singapur dan pengalaman yang paling diingat oleh tante ratna adalah pernah diundang ke amerika dari keduataan lalu 1 bulan keliling amerika melihat peranan teater disana lalu saya kayak festival teater disana ada kayak bis teater yaitu didalam bis mereka bermain teater lalu ada juga telefon teater yaitu kalo mengangkat telefon bunyi seperti orang sedang bermain teater dan masih banyak lagi semua itu merupakan volunteer dari seluruh penduduk dan seluruh penduduk merasa bangga dengan festival tersebut dan itu adalah satu bulan yang penuh dengan pengalaman

Beliau pesan teater koma didirikan bertujuan agar teater tetap ada dan teater itu banyak manfaatnya yaitu bisa mempelajari artikulasi, percaya diri, dan konsentrasi dan untuk mempelajari teater sebenarnya tidak harus punya bakat tetapi kalau tidak punya bakat tapi mau berusaha itu lebih baik

Dan saran beliau sekali-kali nonton teater itu perlu, ikut ekskul teater, melihat proses teater, jangan lupa bahwa indonesia punya kesenian yang luar biasa jadi harus melestarikannya dan belajar budaya negeri sendiri

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: